Sabar

kadang,,  saya merasa sangat tidak berharga..
seperti saat ini..
disaat emosi yang meluap-luap,,
dimana aku sebenarnya merajuk ingin diperhatikan,,
dimana aku merasa bosan dan kesepian..
kata-kata itu bagaikan magma yang keluar dari gunung berapi,,
menghabiskan segalanya..
tapi kemudian menumbuhkan pohon-pohon yang sangat subur..
pohon luka dan kecewa..
sangat subur..
sangat subur..
sangat subur..


aku sakit tapi tak tampak..
aku kecewa tapi tak berwarna..
aku marah tapi harus selalu mengalah..

:'(

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Analyzing 'The Standard of Living' by Dorothy

Analyzing 'First Confession'